Kapan Jadwal Pemeriksaan Berkala pada Mesin Las

Admin - artikel

image-artikel1

Tugas perawatan harian

Sebagian besar kegiatan perawatan yang dilakukan oleh petugas maintenance untuk jadwal harian pada umumnya adalah seperti yang disebutkan dibawah ini:

  1. Mengadakan pengontrolan pada pelaksanaan cleaning mesin oleh para operator masing-masing mesinnya.
  2. Mengadakan pengecekan rutin berdasarkan jadwal waktu yaitu:
    • Melakukan tambah maupun ganti pelumasan pada setiap 3 atau 6 bulan menurut penggunaan mesin.
    • Memastikan kebersihan pada motor listrik.
    • Memberikan pelumas pada motor listrik.
    • Melakukan pengecekan alat-alat listrik berupa switch dan pengaman listrik.
    • Melakukan pemeriksaan keadaan umum kondisi mesin.
  3. Mencatat semua kerusakan mesin pada kartu mesin misalkan jika ada part yang diganti, catatan ini untuk selanjutnya digunakan sebagai acuan perhitungan maintenance-cost secara tepat.
  4. Memproduksi spare-parts atau melakukan pemesanan pembuatan spare-parts dengan memberi gambar atau petunjuk pembuatannya.
  5. Melakukan perencanaan kebutuhan spare-parts untuk persediaan berdasarkan pengalaman history dari mesin-mesin tersebut. Pada umumnya pada mesin-mesin yang sangat vital dalam penggunaannya di proses produksi akan disiapkan persediaan spare-parts yang jumlahnya lebih banyak dan juga persediaan tersebut akan sangat bergantung pada biaya atau anggaran yang tersedia untuk masing-masing mesin tersebut.

Tugas perawatan pada kegitan overhoul

Sebagian besar kegiatan perawatan yang dilakukan oleh petugas maintenance untuk jadwal harian pada umumnya adalah seperti yang disebutkan dibawah ini:

  1. Mengadakan pengontrolan pada pelaksanaan cleaning mesin oleh para operator masing-masing mesinnya.
  2. Mengadakan pengecekan rutin berdasarkan jadwal waktu yaitu:
    • Melakukan tambah maupun ganti pelumasan pada setiap 3 atau 6 bulan menurut penggunaan mesin.
    • Memastikan kebersihan pada motor listrik.
    • Memberikan pelumas pada motor listrik.
    • Melakukan pengecekan alat-alat listrik berupa switch dan pengaman listrik.
    • Melakukan pemeriksaan keadaan umum kondisi mesin.
  3. Mencatat semua kerusakan mesin pada kartu mesin misalkan jika ada part yang diganti, catatan ini untuk selanjutnya digunakan sebagai acuan perhitungan maintenance-cost secara tepat.
  4. Memproduksi spare-parts atau melakukan pemesanan pembuatan spare-parts dengan memberi gambar atau petunjuk pembuatannya.
  5. Melakukan perencanaan kebutuhan spare-parts untuk persediaan berdasarkan pengalaman history dari mesin-mesin tersebut. Pada umumnya pada mesin-mesin yang sangat vital dalam penggunaannya di proses produksi akan disiapkan persediaan spare-parts yang jumlahnya lebih banyak dan juga persediaan tersebut akan sangat bergantung pada biaya atau anggaran yang tersedia untuk masing-masing mesin tersebut.